Langsung ke konten utama

Postingan

LAJU METABOLISME BASAL DAN FAKTOR LINGKUNGAN

Metabolisme adalah proses pembakaran kalori tubuh yang diperoleh dari asupan makanan, terdiri dari tiga jenis aktivitas, Resting Metabolic Rate   (RMR), Thermic Effect of Food   (TEF), dan aktivitas fisik. RMR adalah energy yang diganakan sebagai bahan bakar aktivitas dasar tubuh seperti bernafas dan tidur.   Thermic Effect of Food (TEF) adalah energy yang digunakan untuk membakar kalori atau secara eksplisit adalah untuk mencerna, menyerap, dan mengolahmakanan (Swenson, 1993). Basal metabolic rate (BMR) merupakan laju metabolism terendah yang diukur dari post-absorptive , normotermik individu dewasa di zona thermoneutral selama periode istirahat atau resting metabolic rate (RMR), RMR hampir sama dengan BMR, kecuali pada hewan yang tidak puasa dan tidak ada post-absorptive ( McNab , 200 9 ) . Hal tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang spesifik antara tingkat metabolisme minimum dengan sejarah sifat hidup, perilaku, filogeni, dan beberapa faktor ekologi seperti ...

PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM YANG RAMAH LINGKUNGAN

A.       Dampak Emisi Karbondioksida (CO2) dan Mikroalgae Emisi CO 2 merupakan masalah yang dihadapi setiap Negara di dunia.Indonesia adalah salah satu penyumbang CO 2 terbesar yang diakibatkan oleh kebakaran hutan, kendaraan, dan industri. Emisi yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya efek rumah kaca dan secara berkelanjutan menyebabkan isu global warming . Menghadapi peningkatan emisi CO 2 diperlukan pengendalian lingkungan sebagai upaya penyelamatan ekosistem.CO 2 yang terlalu berlebihan mengakibatkan perubahan iklim yang drastis dan berdampak buruk untuk kelangsungan hidup ekosistem darat maupun laut.Dampak emisi CO 2 berakibat dalam kelangsungan hidup biota laut. Banyaknya kadar CO 2 akan mengakibatkan terjadinya pengasaman air laut, pemutihan terumbu karang, peningkatan paras muka laut dan kepunahan spesies. Dampak lain yang terjadi pada ekosistem darat yaitu kekeringan, iklim yang ekstrim, penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya kematian. P...

KATAK SAWAH ( Fejervarya cancrivora)

KATAK SAWAH (  Fejervarya cancrivora) Amphibi adalah vertebrata yang pertama kali hidup di darat. Amphibi memiliki pentadaktil (lima ujung jari-jari kaki) dan jumlah jari kaki dapat berkurang. Amphibi adalah ektoterm atau perubahan suhu tubuh bergantung pada suhu lingkungan. Amphibi meninggalkan telur-telurnya dalam kolam maupun aliran-aliran air dan tidak seekorpun dapat berjalan di tanah ketika menetas (Sukiya, 2005). Amphibia adalah vertebrata yang secara tipikal dapat hidup baik dalam air tawar dan di darat. Sebagian besar mengalami metamorfosis dari berudu (akuatis dan bernafas dengan insang) ke dewasa (bernafas dengan paru-paru). Namun beberapa jenis amfibia tetap mempunyai insang dalam hidupnya. Salah satu yang tergolong kedalamnya adalah katak sawah (Fejervarya cancrivora) (Brontowidjoyo, 1994) . Namun, ditemukan katak yang dapat hidup di perairan  garam di daerah   india. Katak ini dapat bertahan pada salinitas 0-39 ppt ( Satheeshkumar , 2011)....

Emergent Property of The Plasma Membrane

Sel merupakan kumpulan materi yang paling sederhana yang dapat hidup, bahkan terdapat beranekaragam bentuk kehidupan yang hadir sebagai organisme bersel tunggal. Secara umum, sel terbagi menjadi dua, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Berdasarkan pengetahuan yang kita ketahui selama ini, secara umum sel memiliki fungsi struktural dalam membentuk organisme, namun disisi lain ada fungsi yang selama ini kita abaikan. Fungsi ini memiliki peran penting dalam kelangsungan kehidupan sel, namun pada kenyataannya kita seringkali lebih berfokus pada fungsi sel dan organel sel itu sendiri. Apabila fungsi ini tidak dapat berjalan dengan baik, dapat mempengaruhi seluruh aktivitas sel. Fungsi ini disebut sebagai emergent property.  Kehidupan adalah sifat yang muncul dari tingkat sel, kami berfokus pada pembahasan emergent property dari membrane plasma. Semua sel memiliki beberapa kesamaan dasar, yaitu dibatasi oleh perintang selektif biasa disebut dengan  membrane plasma. Memb...

Praktikum Ikan Lele dan Nilem

Klasifikasi Ikan nilem ( Osteochilus hasselti ) menurut Saanin (1984 ), adalah sebagai berikut , Kingdom         : Animalia Phylum            : Chordata Sub-phylum     : Craniata Class                : Pisces Ordo                : Ostariophysi                            Famili              : Cyprinidea Genus              : Osteochilus Spesies            : Osteochilus hasselti  Ikan lele (Clarias gar...

Laporan Praktikum (Mabouya multifasciata)

Menurut Radiopoetro (1986) sistem klasifikasi kadal ( Mabouya multifasciata ) adalah sebagai berikut : Kingdom          : Animalia Phylum             : Chordata Subphylum      : Vertebrata Classis             : Reptilia Ordo                : Squamata Subordo           : Lecertilia Familia             : Scindiae Genus              : Mabouya Spesies             : Mabouya multifasciata download lengkap, Klik disini http://www.solidfiles.com/d/230897f1c0/

Imunitas (Vaksinasi Oral) Polio

          Virus polio menyerang sistem saraf yang dapat menyebabkan kesulitan bernafas, kelumpuhan, dan kematian. Vaksinasi polio ada 2 cara yaitu, Inactivasited polio vaccine (IPV) dan Oral polio vaccine (OPV). Oral polio vaccine dilakukan dengan melemahkan virus polio dan mencegah penyebaran virus secara fecal-oral. Ketika pemberian vaksinasi, OPV bereplikasi di pharyx dan gastrointestinal tract dan nodus limfa yang melewati intestin reseptor. Akibatnya, menginduksi respon imun humoral dan seluler. OPV mengaktivasi produksi serum-neutralizing antibodies pada darah. Respon imun ini bersifat abadi dan dapat mencegah infeksi virus polio ke sistem saraf. Respon cell-mediated immune , tubuh yang terinfeksi antigen (OPV) akan diposisikan pada permukaan sel tubuh oleh protein MHC I. protein tersebut dikenali oleh reseptor sel T cytotoxic dan dikenali juga oleh protein permukaan sel T cytotoxic yang disebut CD8. Sel T cytotoxic terstimulasi oleh konta...